Bisnis buah Organik

Langkah Memulai Bisnis buah Organik

Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat maka daya beli yang terjadi pun semakin tinggi. Tak hanya itu, keperdulian akan kesehatan tubuh pun semakin diperhatikan termasuk sumber makanan. Makanan oganik saat ini semakin diminati. Para konsumen biasa membeli bahan makanan organik untuk menghindari tingginya kadar pestisida dalam makanan. Bisnis organik sangat menjanjikan baik sayuran maupun buah-buahan. Berikut adalah tips memulai bisnis buah organik.

1. Memilih Jenis Buah

Hal yang harus dilakukan pertama kali ialah memilih jenis buah apa yang hendak dijadikan bisnis. Misalnya saja jeruk karena banyak orang yang menyukainya dari semua lapisan masyarakat. Namun, jangan lupa untuk mempelajari bagaimana cara budidaya buah organik tersebut secara benar serta prospek bisnis ke depannya. Apakah cukup bagus atau malah merugikan. Perhatikan juga apakah jenis buah tersebut cocok dibudidyakan di lahan yang hendak dipakai.

2. Mempersiapkan Lahan

Cara berikutnya ialah mempersiapkan lahan. Setelah menentukan jenis buah maka petani harus menyediakan lahan kosong yang telah dibersihkan dari hama dan gulma yang mengganggu. Selain itu, perhatikan pula kesuburan tanahnya dan sesuaikan dengan keadaan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Tanam juga tanaman pagar di sekeliling lahan supaya dapat menyerap cemaran dari lahan lain di sekelilingnya.

3. Memikirkan Irigasi

Irigasi atau pengairan berguna untuk mencegah terjadinya kekeringan pada tanaman. Sebaiknya memilih pengairan yang bersumber dari mata air untuk mencegah racun kimia. Jangan pula menggunakan air limpahan dari lahan lain yang mengandung residu bahan kimia. Jika cara ini sulit, maka bisa pula membuat wadah besar untuk menampung air tersebut. Kemudian air yang telah tertampung bisa dimurnikan sendiri menggunakan cara dan alat tertentu.

4. Persiapan Benih

Tips memulai bisnis buah organik berikutnya ialah persiapan benih. Benih yang dipilih harus memiliki kualitas terbaik sehingga hasil yang didapatkan nantinya juga bagus. Benih ini bisa dibeli di toko-toko pertanian atau jika kesulitan mencarinya bisa melakukan perbanyakan benih secara mandiri.

Caranya yaitu benih dibersihkan dari residu pestisida lalu dikeringkan. Setelah itu lakukan uji perkecambahan untuk menyeleksi benih mana yang paling baik untuk digunakan.

5. Perawatan

Perawatan yang dilakukan berupa pemberian pupuk hayati buatan sendiri atau pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos. Tanaman juga harus dibersihkan dari gangguan rumput liar apabila ada. Untuk pengendalian hama dan penyakit tidak boleh menggunakan pestisida atau fungisida melainkan bisa melalui rotasi penanaman, tumpang sari, sanitasi lahan dan lainnya.

6. Pemanenan

Pemanenan dilakukan setelah buah masak yang ditandai dengan berubahnya warna, tekstur, aroma dan rasa dari buah tersebut. Pastikan buah yang dipanen dipisah berdasarkan ukuran atau pun tingkat kematangan supaya lebih seragam. Buah dimasukkan ke dalam wadah yang benar supaya tidak rusak. Wadah yang digunakan juga jangan terlalu sempit sehingga buah tertumpuk-tumpuk.

7. Pasca Panen

Setelah panen selesai, berikutnya buah dibersihkan dan dikemas dan diberi label dengan benar. Sebaiknya buah dijual secara segar tetapi bisa pula diolah menjadi produk tertentu. Buah dapat disalurkan ke supermarket di kota atau di pasar. Bisa juga menjual buah-buah tersebut melalui aplikasi online yang terpercaya atau mempromosikan sendiri melalui media sosial. Selain itu, lakukan branding supaya produk buah organik tersebut lebih dikenal oleh konsumen.

Berdasarkan kampanye yang dilakukan oleh Pesticide Action Network di Inggris menyatakan bahwa buah jeruk, lemon, anggur, pir dan apel memiliki kadar residu pestisida tinggi. Untuk itu, jenis buah-buahan tersebut bisa dijadikan ide bisnis buah organik bagi yang ingin mulai terjun di bidang ini.