Tips Memulai Bisnis Fashion

5 Tips Memulai Bisnis Fashion Bagi Pemula

Fashion menjadi kebutuhan yang penting saat ini bagi semua generasi. Tentunya, bidang ini termasuk bidang yang menggairahkan untuk menjadi ladang mencari uang. Ada lima tips memulai bisnis fashion untuk pemula dengan modal minim. Bahkan dengan modal Rp100 ribu saja, bisnis ini dapat dimulai tanpa menyimpan stok persediaan dan mondar mandir ke ekspedisi dengan sistem dropship atau menjadi reseller. Sebelum memulai usaha, perlu dipastikan untuk melakukan lima tips memulai bisnis fashion berikut ini. 

1. Lakukan Riset Pasar

Segala macam bidang bisnis harus melakukan riset pasar, termasuk fashion. Bidang fashion termasuk bidang yang tidak sembarang orang bisa konsisten dan menemukan apa yang diinginkan pasar. Maka dari itu, perlu dilakukan riset pasar untuk menentukan siapa yang menjadi pembeli produk kita? Konsep toko pakaian seperti apakah yang nyaman bagi pembeli?

Apakah pembeli hanya kalangan tertentu atau semua kalangan dapat menggunakan produk yang dijual? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang membantu seorang fashionpreneur sebutan bagi pengusaha di bidang fashion untuk menjawab tantangan bisnis yang ada. Pertanyaan semacam itu akan terjawab melalui riset pasar dengan metode wawancara beberapa sampel mahasiswa, pekerja kantoran, bahkan anggota komunitas tertentu.

2. Tentukan Target Pasar

Setelah melakukan riset pasar, kemudian tentukan target pasar. Target pasar bisa berbagai macam kalangan, mulai dari kalangan mahasiswa, pekerja kantoran hingga anggota komunitas. Bisa juga orang-orang dengan kondisi tertentu seperti ibu hamil dan bayi. Dengan mengetahui target pasar, pengusaha mampu melihat peluang yang ada dari potensi bisnis, persaingan dengan kompetitor, dan produk yang cocok untuk pembeli.

3. Jadi Follower atau Trendsetter

Dalam bisnis ini, selalu ada pilihan yaitu menjadi follower yang hanya sekedar mengikuti tren atau menjadi trendsetter dengan menampilkan produk fashion terbaru yang tidak ada di pasaran. Kemeja flanel dan sepatu sneakers yang menjadi tren sejak band beraliran grunge ini naik daun bahkan hingga saat ini menjadi must-have-item hampir semua kalangan. Sehingga banyak sekali toko-toko pakaian yang menjadi follower menyediakan kemeja flanel sebagai tambahan produk untuk mengakomodir kebutuhan pembeli yang membutuhkan. Tapi jangan salah, di beberapa kota yang terkenal dengan musik indie-nya seperti Bandung, Yogyakarta dan Malang terdapat toko-toko yang menjual kemeja flanel dengan berbagai macam warna dan ukuran.

Lain halnya dengan produk inner hijab dari Turki yang dibawa ke Indonesia dan awalnya hanya sekedar usaha jastip (jasa titip pembelian barang). Malah menjadi trendsetter di kalangan hijaber Indonesia. Inner Turki sebutan untuk fashion item ini menjadi populer setelah beberapa artis di Indonesia mempromosikannya di media sosial. Tak lama, setelah dipromosikan berbagai macam toko pakaian muslim baik online maupun offline memasarkan produk tersebut.

Jika ingin menjadi follower pastikan produk fashion tersebut adalah must-have-item yang pasti dicari sepanjang masa. Atau menjadi trendsetter dengan menghadirkan bahkan menciptakan produk yang belum beredar di Indonesia.

4. Gunakan Digital Marketing

Bisnis fashion tidak perlu repot-repot mengeluarkan banyak dana untuk pemasaran, cukup gunakan digital marketing. Memasuki era digital, media pemasaran beralih ke berbagai macam platform media sosial dan e-commerce sudah sangat efektif dalam mempromosikan. Hal ini dikarenakan perilaku konsumen yang cenderung melihat tampilan produk fashion yang menarik di Instagram. Kemudian, melihat review para influencer dan penilaian toko dari pembeli e-commerce tersebut menjadi tolak ukur kredibilitas sebuah bisnis fashion.                                 

5. Giveaway menjadi Alat Kendali Mencari Pembeli Loyal

Giveaway adalah salah satu metode yang digunakan sebuah bisnis untuk memperkenalkan produk dan tokonya. Dengan memberi tagar khusus agar menjadi trending topic di sosial media. Cara ini termasuk efektif untuk meningkatkan penjualan dan strategi pemasaran low budget. Hal itu karena para peserta giveaway secara tidak langsung membantu mengiklankan produk tersebut. Terlebih jika setiap produk baru dibuka promo giveaway dengan rekomendasi dan testimoni positif dari peserta giveaway. Juga menumbuhkan rasa loyal terhadap sebuah produk bahkan sebuah brand. Hal ini disebabkan peserta giveaway sudah merasakan kenyamanan produk dan layanan yang diberikan selama membeli di toko tersebut.

Dari lima tips memulai bisnis fashion ini, para pengusaha bisa melakukan berurutan untuk memudahkan perencanaan usaha. Tak lupa juga, lakukan evaluasi setiap bulan untuk memperbaiki strategi bisnis yang sudah ada. Serta, cobalah berkolaborasi dengan bidang bisnis lain untuk memperkenalkan diri kepada kalangan yang berbeda.